Translate

Tampilkan postingan dengan label Mysteries of The World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mysteries of The World. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

"Spontaneous Human Combustion" Peristiwa Terbakarnya Seseorang Secara Spontan" (BAGI YANG TAKUT BACANYA JANGAN SENDIRI YA !!!)




Spontaneous Human Combustion (SHC) adalah peristiwa terbakarnya tubuh seseorang secara spontan tanpa adanya sumber api dari luar (api muncul dari dalam diri korban sendiri). Dalam laporannya, sudah ada sekitar 200 kasus dalam periode 300 tahun terakhir.

Karakteristik SHC:
Tubuh adalah fokus utama pembakaran, jadi biasanya kaki dan tangan masih utuh.

Biasanya tubuh korban terbakar habis hingga melebur seperti dikremasi, untuk mencapai keadaan ini diperlukan suhu sekitar 1600° F selama 2 jam.

Walaupun tubuh habis terbakar, namun panas dari pembakaran hanya terbatas hingga pakaian korban, sehingga tidak ada lingkungan/furniture di sekitar korban yang didapati rusak karena terbakar.

Korban biasanya sendirian pada saat kematian, dan diperkirakan masih hidup ketika api mulai, meskipun menunjukkan sedikit tanda-tanda berjuang.


Hingga saat ini, belum ada pernyatan ilmiah yang terbukti benar dan diakui para peneliti untuk membuktikan penyebab SHC. Ada beberapa teori yang disebutkan dan cukup populer:

Api dipicu ketika metana (gas mudah terbakar yang dihasilkan ketika tanaman membusuk) menumpuk di usus dan dinyalakan oleh enzim (protein dalam tubuh yang berfungsi sebagai katalis untuk mendorong dan mempercepat reaksi kimia). Namunsebagian besar korban SHC menderita kerusakan yang lebih besar di bagian luar tubuh mereka daripada organ internal mereka, yang tampaknya menentang teori ini.

Api terpicu dari hasil penumpukan listrik statis dalam tubuh atau dari kekuatan geomagnetik eksternal yang bekerja pada tubuh. Larry Arnold, seorang ahli yang ikut meneliti SHC, telah menyatakan bahwa fenomena tersebut adalah karya dari partikel subatomik baru yang disebut pyroton, yang katanya berinteraksi dengan sel untuk membuat ledakan-mini. Tapi belum ada bukti ilmiah untuk membuktikan keberadaan partikel ini.

Penjelasan lainnya adalah wick effect, yang menyatakan bahwa tubuh seseorang ketika diterangi sebatang rokok atau sumber panas lainnya, akan bertindak seperti sebuah lilin.
Sebuah lilin terdiri dari sumbu pada bagian dalam yang dikelilingi oleh lilin yang terbuat dari asam lemak mudah terbakar. Lilin membakar sumbu dan menjaganya agar tetap terbakar. Dalam tubuh manusia, lemak tubuh berfungsi sebagai zat pembakar, dan pakaian korban atau rambut bertindak sebagai sumbu. Saat lemak mencair karena panas, lemak tersebut membasahi pakaian dan bertindak sebagai zat seperti lilin untuk menjaga sumbu tetap terbakar perlahan-lahan. Para ilmuwan mengatakan ini adalah mengapa tubuh korban yang hancur namun lingkungan di sekitar mereka hampir tidak dibakar. Dan bagaimana dengan kebanyakan keadaan korban SHC yang kaki dan tangannya masih utuh? Jawaban atas pertanyaan yang mungkin ada hubungannya dengan gradien suhu - gagasan bahwa bagian atas seseorang yang sedang duduk lebih panas dari bagian bawah. Ini pada dasarnya adalah fenomena yang sama yang terjadi ketika Anda memegang sebatang korek api menyala dan membaliknya hingga nyala api berada di bagian bawah, panas dari nyala api akan sangat terasa di bagian atas daripada bagian bawah dari nyala api tersebut.


Namun hingga saat ini, belum ada satupun penjelasan yang dapat terbukti benar secara ilmiah, para ahli dan peneliti masih berspekulasi bahwa SHC dipicu saat seseorang sedang dalam keadaan sangat mabuk dan terbakar karena rokok yang lupa dimatikan, didukung dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang menyatakan bahwa mayoritas korban SHC adalah peminum dan perokok, atau korban SHC sengaja dibakar oleh oknum-oknum tertentu yang memang berniat membunuh korban.

KEJADIAN INI BISA TERJADI KAPAN SAJA DAN TIDAK DIKETAHUI KEDATANGANNYA
MUNGKIN SAJA TUBUHMU AKAN TERBAKAR SETELAH MEMBACA INI !!!!!
»»  READMORE...
»»  READMORE...

Selasa, 11 September 2012

MISTERI ALIENS






Berbicara masalah “siapa di balik UFO” tentunya kita akan membicarakan apa yang dinamakan “alien”. Alien jelas merupakan makhluk asing dan non human. Banyak pertanyaan yang diajukan tentang masalah alien (UFO) ini, misalnya:

Dari manakah datangnya mereka?

Ada alien jenis apa saja?

Apakah mereka itu baik atau buruk?

Mengapa mereka sering menculik manusia?

-Apa tujuan mereka terhadap manusia?

-Adakah kaitan alien dengan sejarah manusia?

-Bagaimana para nabi menubuatkan masalah alien ini?

-Adakah hubungan alien (UFO) dengan nubuat tentang akhir jaman?




Membahas soal UFO atau alien ini tidak mudah. Mengapa sulit? Karena obyek/subyek yang diteliti tidaklah ada di depan kita dan kita tidak bisa memintanya datang sesuka kita. Laporan-laporan penampakan UFO atau perjumpaan manusia dengan alien, juga masih sering diragukan. Bahkan peristiwa jatuhnya UFO di Roswell tahun 1947 di mana ada 4 alien (2 mati, 1 lari kemudian ditembak oleh seorang tentara yang tegang, dan satu lagi sekarat dan akhirnya mati di rumah sakit) yang di autopsi oleh pihak militer (AU) AS. Namun semuanya itu ditutupi dan dianggap tidak ada. Laporan resmi dari pihak pemerintah hanyalah sebuah balon percobaan AS yang bernama Skyhook. Tapi masyarakat umum tidak mudah begitu saja percaya dan kemudian lahirlah teori “alien Conspiracy“.

Indonesia termasuk cukup sering dilewati UFO, banyak laporan yang terdata dan ada juga kasus orang Indonesia yang diculik UFO. Namun tentu saja kembali ke pertanyaan, apakah itu semua bisa dipercaya? Laporan memang bisa dikarang, foto memang bisa direkayasa, bukti apapun bisa dibuat. Bagi orang yang percaya, sedikit bukti sudah cukup. Bagi orang yang skeptik, dia butuh bukti yang benar-benar ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Bagi orang yang fanatik anti, bukti sebagai manapun banyaknya tak akan mengubah sikapnya.

Dari kesulitan yang ada, nampaknya mempelajari UFO banyak kendalanya. Tak ada satupun buku yang bisa dianggap ilmiah dan telah diuji kebenarannya. Di sisi lain, belum ada satu pihak pemimpin agama yang menyatakan pendapatnya tentang UFO/alien. Walau tahun 1979 pihak PBB pernah membahas secara serius masalah UFO, namun hal itu tidak mempunyai kelanjutan yang serius. Dunia lebih sibuk dengan peperangan, masalah politik, penyakit dan krisis ekonomi, ketimbang mempelajari tamu yang datang ke dunia kita ini…

Dengan kendala sumber-sumber data untuk mempelajari UFO/alien ini, maka dalam mempelajari keberadaan UFO di masa lalu, peneliti UFO menggunakan referensi dari kitab-kitab kuno, prasasti, hieroglyph, termasuk juga kitab-kitab suci. Salah satu peneliti yang terkenal adalah Erich von Däniken. Teori Däniken adalah nenek moyang kita dulunya pernah didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa yang dianggap dewa oleh manusia.

Masalahnya, menggunakan data-data yang bersumber dari kitab-kitab kuno, mitologi dan juga kitab suci, tidak akan bisa diterima oleh kalangan yang spektis. Namun, saya ingin mengajukan berbagai data yang telah saya kumpulkan, baik berupa cerita dari pengalaman seseorang yang melihat UFO atau alien, maupun dari berbagai informasi lain, termasuk kitab-kitab suci.

Dari manakah datangnya mereka?

Di sini saya selalu menuliskan makhluk UFO sebagai “alien” bukan “ET atau ETI”. Mengapa? Karena ET merupakan kependekan dari Extra Terrestrial Inteligence, yaitu makhluk cerdas dari luar bumi. Dengan memakai istilah alien”, saya tidak menutup kemungkinan bahwa mereka datang dari bumi atau dimensi lain.

Beberapa kemungkinan jawaban atas pertanyaan di atas adalah:

-Dari luar angkasa

-Dari masa depan

-Dari bumi

-Dari dimensi lain



a. Mungkinkah mereka dari luar angkasa?

Perkiraan bahwa alien berasal dari luar angkasa sangat mungkin sekali, tapi ada beberapa keanehan atau kejanggalan bila mereka memang berasal dari luar angkasa. Keanehan itu adalah:


-Radar kita tidak pernah mendeteksi adanya spaceship yang memasuki atmosfir bumi.


-Bintang terdekat dengan tata surya kita adalah Alpha Centauri, yang berjarak 4.3 tahun cahaya. Ini berarti apa yang kita lihat hari ini adalah apa yang terjadi 4.3 tahun yang lalu. Terbang dengan kecepatan cahaya masih merupakan fiksi ilmiah. Untuk suatu perjalanan yang cukup cepat bagi UFO akan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk mencapai bumi.


-Yang aneh adalah, meski ada ribuan saksi yang menyatakan pernah melihat UFO setiap tahun, namun tidak ada gambaran UFO yang persis sama. Tentunya sangat sulit untuk dibayangkan bila mereka dari luar angkasa dengan membawa sedemikian banyaknya jenis pesawat yang berbeda-beda dan berjalan zig-zag di angkasa setiap hari.


-Fenomena UFO dalam terbang sering tidak mengikuti hukum gravitasi dan aerodinamika, bukankah kalau mereka benar-benar dari angkasa luar, hukum-hukum fisika itu tetap berlaku buat mereka?


-Tidak ada BUKTI nyata bahwa mereka berasal dari planet tertentu.


-Beberapa orang yang berhubungan (kontak) dengan alien, sering kali mendapat pelajaran tentang spiritualitas, filosofi, peringatan tentang bahaya nuklir, dll. Apakah alien yang datang dari jarak yang jauh itu datang ke bumi hanya untuk mengajari manusia filsafat?


Memang ada juga yang tetap yakin bahwa mereka datang dari luar angkasa dengan teknologi yang sedemikian majunya yang belum terbayangkan oleh pikiran manusia.

b. Mungkinkah mereka dari masa depan?

Apakah UFO semacam mesin waktu dari masa depan? Orang yang percaya bahwa
mesin waktu bisa (mungkin) dibuat akan bisa menerima kemungkinan akan teori
ini. Tapi saya mengabaikan teori ini karena pertimbangan:


-Beberapa laporan yang pernah melihat alien menyatakan bahwa kebanyakan bentuk mereka bukan manusia (human) dan terkadang aneh atau mengerikan.


-Interfensi makhluk dari masa depan bisa menimbulkan teori “paralel universe”. Kalau mereka benar dari masa depan, maka saat ini tentunya mereka belum ada. Namun kalau mereka datang dari masa depan dan muncul saat ini, berarti itu merupakan suatu hal yang “unik” dan “menakjubkan”.


Kalau mereka memang dari masa depan, untuk apa mereka melakukan penculikan terhadap manusia (alien abduction)?


c. Mungkinkah mereka dari bumi?

Jika kemungkinan mereka dari bumi, tentunya harus dipertanyakan juga, yaitu:

-apakah buatan manusia?

-apakah buatan non human yang jenis spesiesnya belum kita ketahui sampai saat ini?


Kemungkinan bahwa UFO itu buatan manusia meragukan bila melihat fakta:

-Adanya fenomena penculikan manusia oleh UFO.


-UFO sudah pernah terlihat, jauh sebelum manusia mampu membuat pesawat terbang.


-Pesawat UFO sering diluar hukum-hukum gravitasi dan aerodinamika.


-Kemungkinan buatan non human yang berasal dari bumi, meragukan bila melihat fakta:

-Pesawat UFO sering diluar hukum-hukum gravitasi dan aerodinamika.


Di manakah mereka berada? (Ini memang bisa dijawab: di dasar laut, di daerah kutub yang tidak dihuni manusia, di dalam/rongga-rongga bumi)


Mengapa ada masa kosong, di mana dulu pada jaman purbakala dikatakan alien sering hilir mudik di antara manusia, dan baru kini mulai aktif lagi?



d. Mungkinkah mereka dari dimensi lain?

Tentunya bila ketiga kemungkinan di atas diabaikan karena adanya sanggahan
atau pemikiran yang meragukan, maka pilihan terakhir adalah yang keempat,
yaitu: Mungkinkah mereka dari dimensi lain?

Teori tentang alien dari dimensi lain cukup banyak dianut oleh kalangan ufologi (tidak semua). Beberapa data yang mendukung adalah:


-Menjelaskan fenomena UFO muncul dan menghilang secara tiba-tiba.


-Tidak mengikuti hukum-hukum fisika dalam dimensi manusia.


-Adanya kontak secara telepati atau melalui mimpi dengan beberapa orang yang merasa menjalin komunikasi (kontak) dengan alien.


-Sering terjadi kasus alien abduction pada waktu korban tidur.


-Mereka tidak bisa berinteraksi secara bebas dengan manusia karena berbeda dimensi. Untuk berinteraksi di dimensi manusia, mereka membutuhkan wadah (containers) manusia. Ini menjelaskan teori alien abduction dan pembuatan hybrid, di mana terjadi juga proses “soul abduction”.


Bila mereka datang dari dimensi lain, siapakah mereka? Satu-satunya penjelasan dari kitab suci, yakni Al Quran yang menyatakan bahwa di bumi ini selain dihuni oleh manusia, juga dihuni oleh jin yang berada di dimensi lain. Suatu fakta bahwa di Indonesia yang cukup mengenal fenomena jin ini, ternyata memiliki suatu persamaan sifat, yaitu jin suka melakukan penculikan (baik orang dewasa maupun anak-anak), di mana korban sering berada di suatu tempat yang dia tidak mau kembali (karena enak), namun sebagian juga berhasil lari atau berhasil dikeluarkan/dikembalikan oleh bantuan orang lain dengan kuasa Allah.

Apakah jin mempunyai teknologi? Dapatkan keberadaan makhluk cerdas dari dimensi lain yang dinamakan jin ini diterima dengan akal manusia modern? Dan apakah memang fenomena jin ini adalah fenomena UFO yang muncul belakangan ini setelah sekian lama vakum?

Bicara soal jin, mungkin tidak akan lepas dari suatu kemungkinan bahwa ada jin yang baik dan jin yang jahat. Pendapat banyak orang adalah, jin yang baik tidak ingin mencampuri urusan manusia, namun jin yang jahat (setan dengan pemimpinnya Iblis/Lucifer), suka mencampuri urusan manusia dan berusaha menyesatkan manusia. Mungkin ini menjelaskan:

-Mengapa alien tidak begitu saja menyerang manusia (tembak dan hancurkan) karena tujuan mereka bukan membunuh namun menyesatkan?


-Kemunculan alien belakangan ini apakah karena mereka memang diberi kesempatan oleh Allah untuk menyesatkan manusia pada hari-hari menjelang akhir jaman?


Dapatkah dipercaya ada dimensi lain?

Mempercayai alien berasal dari planet lain adalah jauh lebih mudah daripada meyakini bahwa mereka berasal dari dimensi lain. Namun keberadaan dimensi lain nampaknya tidak mudah diabaikan begitu saja. Banyak penulis cerita fiksi, baik dari jaman dulu maupun kini, menggunakan tema kehidupan di dimensi lain ini, misalnya:

-Odyssey (Kisah Perjalanan Ullyses)

-Sinbad, si pelaut

-Christmas Carol

-Alice in the Wonderland

-Legenda Nyai Loro Kidul


Namun tentu saja, semua itu masih dapat dianggap sebagai suatu cerita. Sejauh ini, beberapa eksperimen ilmiah yang menyangkut masalah dimensi lain adalah:

-Philadelphia experiment, yaitu percobaan tentang ruang dan waktu. Untuk mengetahui sekilas tentang eksperimen ini, klik: disini (bahasa Indonesia)


-Penelitian terhadap beberapa peristiwa paranormal, seperti NDE (Near Death Experience), OBE (Out of Body Experience) atau Astral Travelling, ESP (Extra Sensory Perception), mimpi, dll.


Fenomena-fenomena yang menyangkut dimensi lain adalah:

-Keyakinan bahwa manusia mempunyai roh

-Keyakinan bahwa spirit manusia tetap hidup walau badannya mati

-Keyakinan adanya inkarnasi dan reinkarnasi

-Manusia mempunyai “indera keenam”

-Munculnya makhluk halus, hantu, jin, dll

-Misteri Segitiga Bermuda.


Penjelasan yang mungkin mendekati ilmiah tentang dimensi lain adalah keberadaan mereka (alien) adalah pada spektrum yang tidak mampu ditangkap oleh indera manusia, misalnya, kemampuan pengelihatan manusia terbatas dan tidak mampu melihat cahaya infra merah dan ultra violet. Demikian pula manusia tidak mampu mendengar suara infrasonic dan ultra sonic. Namun beberapa binatang mempunyai kemampuan spektrum indera yang lebih luas/berbeda dengan manusia, misalnya kelelawar mampu mendengar gelombang ultrasonic, beberapa binatang mampu mengindera kehadiran “makhluk halus”, ada binatang yang mampu mengindera bakal terjadinya gempa bumi, dll.

Manusia juga memiliki indera keenam, namun sayangnya indera ini tidak dikembangkan oleh semua orang. Dengan indera keenam ini, manusia mampu melakukan intuisi dan antisipasi.
»»  READMORE...
»»  READMORE...